RSS

Category Archives: seputar pendidikan

Sudah Efektifkah Sertifikasi Guru?

Dapatkah anda memutar kembali ingatan di masa-masa sekolah Anda? Siapakah guru yang menjadi idola Anda? Mungkin anda hanya akan menyebutkan satu, dua atau tiga orang guru yang paling anda idolakan. Pertanyaan selanjutnya adalah seperti apakah sosok mereka dimata Anda? Berkarakter, baik, menyenangkan, pintar, ramah, mudah dimengerti dalam memberikan materi, penuh semangat, dll. Pasti salah satu sifat yang disebutkan adalah sifat yang dimiliki oleh sosok guru idola Anda. Tapi apakah anda pernah terpikirkan mengapa guru yang Anda idolakan hanya dalam jumlah yang sedikit atau dalam hitungan jari? Mengapa tidak semua guru yang mengajari Anda yang  Anda idolakan? Bisakah Anda memberikan alasannya? Jika pertanyaan itu diajukan pada saya maka satu-satunya jawaban yang akan saya berikan adalah karena seseorang yang menjadi idola biasanya memang sedikit dan yang banyak adalah jumlah penggemarnya. Haha.. nyeleneh sekali ya. Tapi memang seperti itu kenyataannya. Hanya orang-orang yang berkarakter saja yang dijadikan idola, dan bagi mereka yang biasa saja hanya bisa mengagumi tanpa memiliki kemampuan untuk dikagumi. Dan guru yang anda idolakan adalah pasti termasuk guru yang berkarakter sehingga sosoknya dapat selalu anda kenang.

Lalu mengapa hanya segelintir guru saja yang memiliki karakter? Coba Anda bayangkan betapa berkualitasnya sekolah Anda jika semua pengajar adalah orang-orang yang berkarakter dan berkualitas. Maka sudah tidak diragukan lagi sekolah tersebut akan menciptakan siswa-siswa yang unggul. Pernahkah anda terpikir untuk mencari jawabannya?

Saat ini, guru yang berkualitas memang sudah menjadi tuntutan. Walaupun kualitas disini masih belum jelas takarannya karena masih banyak guru yang memang dengan berbagai alasan hanya memposisikan dirinya sebagai pengajar bukan pendidik. Padahal orientasi yang dimiliki keduanya sangatlah berbeda. Pengajar adalah orang yang hanya sebatas mengajari sebuah ilmu, setelah selesai ya sudah, ditinggal saja. Entah mau mengerti atau tidak. Sedangkan pendidik adalah orang yang melakukan perbaikan mental, moral dan akhlak.

Terbatasnya jumlah guru yang berkualitas memang menjadi masalah besar di negeri kita sendiri dan salah satu alasan yang paling sensitif yaitu mengenai kesejahteraan guru. Untuk mengejar kesejahteraan, banyak sekali tenaga pengajar di negeri ini mencari pekerjaan sampingan hanya karena gaji mereka tidak mencukupi kebutuhan mereka. Kebanyakan dari mereka menjadi “Guru Terbang” yang kerjanya menclak-menclok dari satu sekolah ke sekolah lain. Lebih parahnya lagi bahkan ada guru yang sampai rela menjadi pemungut sampah hanya demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Lalu apakah menurut anda mereka akan maksimal melakukan kewajiban sebagai guru jika kebutuhan hidup mereka saja tidak terpenuhi? Masalah kesejahteraan guru ini sangat brdampak pada kualitas guru dan memang harus diselesaikan segera sebelum semuanya terlambat.

Lalu, apakah ada yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini? Untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan, sesuai dengan amanat UU nomor 14 tahun 2007 tentang guru dan dosen yang menetapkan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi sebagai suatu kesatuan upaya pemberdayaan guru maka dibuatlah sebuah program yaitu sertifikasi guru. Sertifikasi guru sangat penting bagi dunia pendidikan karena bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik professional. Sertifikasi guru juga dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan kesejahteraan guru itu sendiri yang pada akhirnya bertujuan akhir untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Lalu sudah efektifkah program sertifikasi guru ini? Guru yang telah sertifikasi akan mendapat tunjangan yang akan menambah penghasilan yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan mutu pendidikan. Akan tetapi kenapa mutu pendidikan saat ini semakin menurun? Padahal sudah jelas bahwa meningkatkan mutu pendidikan adalah tujuan dari program sertifikasi ini. Seharusnya, bagi guru yang telah lolos sertifikasi terus melakukan pengembangan keprofesiannya. Pemerintah juga harus mendukung dengan memberlakukan kebijakan pengembangan keprofesionalan guru secara berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan. Termasuk melakukan monitoring, pengawasan, dan pembinaan. Tetapi pada kenyataannya, hanya segelintir guru yang memang benar-benar mengikuti prosedur sertifikasi guru dengan baik. Dikarenakan oknum-oknum guru tersebut hanya berorientasi pada materi, mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi syarat sertifikasi. Lalu apakah anda masih berpikir bahwa program ini efektif?

Berapa milyar uang yang harus dikeluarkan pemerintah dalam menunjang program ini setiap bulannya? Rasanya sangat tidak sebanding dengan tujuan sertifikasi pada awalnya. Bahkan sangat tidak relevan. Pada kenyataannya banyak guru yang sama sekali tidak mengindahkan lagi kata mengembangkan diri. Peningkatan kesejahteraan tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru itu sendiri. Banyak oknum guru yang hanya bisa menuntut hak tanpa menjalankan kewajibannya. Padahal guru yang berkualitas mencerminkan mutu pendidikan yang berkualitas pula. Jika saja program ini dilaksanakan dengan jujur dan sesuai prosedur, maka tujuan-tujuan program sertifikasi akan dapat tercapai. Namun jika program ini disalahgunakan maka bukannya mengatasi masalah namun sudah dapat dipastikan sertifikasi guru hanya akan banyak menciptakan masalah baru.

Untuk meningkatkan kualitas guru dan mutu pendidikan, sertifikasi bukanlah jalan satu-satunya. Namun yang terpenting adalah bagaimana caranya menumbuhkan kesadaran bagi guru untuk selalu meningkatkan kualitas diri, aktualisasi diri, sehingga tercipta pribadi yang unggul dan berkarakter. Seorang guru yang berkarakter dapat menelurkan beribu-ribu siswa yang berkarakter yang nantinya merekalah yang akan meneruskan perjuangan untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Jadi marilah kita mulai dari diri sendiri untuk melakukam suatu perubahan. Berubah untuk menjadi guru yang berkualitas dan berkarakter.

***Terimakasih***

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2012 in seputar pendidikan